- Jauhi Dosa kecil apalagi dosa besar, Jangan pernah berurusan dengan perdukunan, prewangan dan ilmu ghaib termasuk jimat jimat,benda yang di keramatkan dan semua yang berbau syirik dan musyrik.
- Jangan pernah menggunakan pinjaman dan uang riba, jauhi riba, kredit yang tak penting, konsumtif termasuk paylater dan sejenisnya,pinjol,judol dan sejenisnya termasuk investasi besar risiko yaitu ghurur seperti forex dan sejenisnya.
- Jauhi dan jangan lakukan, gibah, ngomongin orang, memutus silaturahim, kebanyakan gaya di medsos dan buang buang waktu dengan tak berguna seperti main game yang lupa waktu.
- Biasakan bersedekah walaupun tak banyak
- Sambung silaturahim dan jauhi permusuhan dengan orangtua, abang kaka dan yang lebih muda.
- Biasakan berkata dan bertutur sopan santun beradab dan mudah memaafkan
- Biasakan membaca surah al kahfi setiap malam atau hari jumat sebab hadis soheh menganjurkan
- Biasakan bersedekah pada hari atau malam jumat
- Dahulukan dan utamakan ibadah mahdhoh pada hari jumat, dateng ke mesjid lebih awal dan dengan pakaian yang bersih wangi dan suci serta menjaga adab adab jumat.
- Biasakan melaksanakan puasa Senin kamis karena manfaatnya sangat besar baik untuk jasmani maupun rohani
- Setelah sholat isya dan sholat witir jika tak ada hal yang mendesak dilakukan, biasakan cepat tidur supaya bisa bangun di sepertiga malam.
- Usahakan tertidur sambil berzikir, istighfar atau sedang bersholawat dan menjaga adab ada tidur sesuai sunah Rasulullah Saw
- Usahakan Bangun lebih awal sebelum subuh untuk Sholat Tahajud Dan Istighfar
- Membaca Surah yaasin walau hanya sekali setiap habis subuh dengan 7 qul.membaca al qur'an antara 1/2 juz
- Melaksanaan sholat isrok
- Melaksanakan sholat Duha minimal 4 rakaat sampai 12 rakaat
- Mencukupi zikir :Ya AllahYa wahab Ya razaqantara 3000 sampai 10 ribu kali sebelum juhur yaitu wirid gunung harta.
- Melaksanakan sholat 5 waktu di awal waktu secara berjamaah di mesjid atau mushola untuk kaum pria dan anak muda dengan sholat sunah badiyah dan qobliyah
- Membiasakan membaca Alqur'an antara 1 juz sampai 1/2 juz sehabis maghrib
- Membaca surah al Waqiah walau hanya 3 kali setiap habis maghrin dan membaca surah al Mulk sekali setelah maghrib
- Terus membaca sholawat minimal 1000 kali sholawat boleh sholawat nabi ,sholawat adrikni, sholawat yang lainpun boleh, usahakan sepanjang siang daripada ngobrol sambil bekerja bersholawat
- Usahakan berperilaku jujur dalam segala perbuatan kita
Wanita Shalihah: Kunci
Surga dengan Shalat, Puasa, dan Ketaatan pada Suami
Dalam Islam, wanita
memiliki kedudukan yang sangat mulia. Syariat Islam memberikan panduan jelas
agar seorang muslimah dapat meraih ridha Allah dan kenikmatan surga. Di antara
amal-amal utama bagi seorang wanita adalah menjaga shalat lima waktu, berpuasa
di bulan Ramadhan, dan taat kepada suami. Rasulullah ﷺ
menegaskan bahwa wanita yang mengamalkan hal-hal ini akan dimudahkan jalannya
menuju surga.
1. Hadis Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila
seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan,
menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja
yang engkau sukai. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Thabrani, hasan shahih)
Hadis ini menjadi bukti
jelas bahwa amal ibadah seorang wanita bukan hanya terbatas pada ritual, namun
juga pada ketaatan dalam kehidupan rumah tangga.
1. Tentang shalat:
“Sesungguhnya shalat
itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS.
An-Nisa: 103)
2.Tentang puasa Ramadhan:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:
183)
3. Tentang taat kepada
suami:
“Kaum laki-laki itu
adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian
mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka
(laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka...” (QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini menunjukkan
bahwa kepemimpinan rumah tangga berada pada suami, sehingga ketaatan seorang
istri kepada suaminya termasuk bentuk ketaatan kepada Allah, selama tidak
bertentangan dengan syariat.
1. Imam An-Nawawi
menjelaskan:
“Ketaatan seorang istri
kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf adalah wajib, dan hal itu termasuk
amal shalih terbesar bagi seorang wanita. Karena di dalamnya ada menjaga
kehormatan, menjaga hak suami, dan menciptakan keharmonisan rumah tangga.”
2. Ibnu Hajar
Al-Asqalani menafsirkan hadis di atas dengan mengatakan:
“Hadis tersebut
menunjukkan kemuliaan seorang wanita yang sederhana amalannya, namun bila ia
istiqamah dalam ketaatan kepada Allah dan menjaga hak-hak suami, maka Allah
mudahkan baginya masuk surga.”
3. Syaikh Shalih
Al-Fauzan menambahkan:
“Banyak wanita keliru dengan sibuk mengejar
ibadah sunnah namun melalaikan kewajiban kepada suami. Padahal, ketaatan kepada
suami adalah salah satu kunci utama surga bagi wanita.”
Hikmah dan Pelajaran
1. Kesederhanaan
syariat untuk wanita: Jalan surga bagi wanita tidak serumit yang dibayangkan.
Allah hanya menetapkan kewajiban utama berupa shalat, puasa, menjaga kehormatan,
dan taat kepada suami.
2. Peran rumah tangga
sebagai ladang pahala: Ketaatan seorang wanita kepada suaminya menjadi amal
yang mengalir pahalanya, bahkan sebanding dengan ibadah sunnah lainnya.
3. Ketaatan yang
bernilai ibadah: Selama ketaatan kepada suami dalam perkara ma’ruf, maka itu
menjadi ibadah yang mendekatkan wanita kepada Allah.
Kesimpulan
Islam memberikan kemuliaan
dan jalan mudah bagi seorang wanita untuk meraih surga. Tidak harus dengan
ibadah yang berat atau rumit, tetapi dengan menjalankan kewajiban utama:
**menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan
diri, dan taat kepada suami dalam perkara ma’ruf. Dalil Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ,
serta penjelasan para ulama menegaskan bahwa amalan tersebut cukup bagi seorang
muslimah untuk mendapatkan jaminan surga dari Allah ﷻ.
Ini menunjukkan betapa Islam sangat memuliakan peran wanita, khususnya dalam
rumah tangga, dan menjadikannya sebagai ladang pahala yang besar. Dengan
istiqamah melaksanakan ibadah pokok dan menjaga ketaatan kepada suami, seorang
wanita tidak hanya meraih kebahagiaan di dunia berupa rumah tangga yang
harmonis, tetapi juga kemuliaan di akhirat berupa surga yang dijanjikan.
Islam telah memberikan
jalan yang jelas bagi wanita untuk meraih surga. Dengan menjaga shalat lima
waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan diri, dan taat kepada
suami dalam perkara yang ma’ruf, seorang wanita mendapatkan jaminan dari
Rasulullah ﷺ: surga
terbuka untuknya dari pintu mana saja yang ia kehendaki. Semoga Allah
menjadikan kaum muslimah sebagai wanita shalihah yang istiqamah di jalan-Nya
dan dimudahkan masuk ke dalam surga-Nya.